anwarp
Jumlah posting : 122 Location : Jakarta Registration date : 16.01.08
| Subyek: Obama Makin Perkasa Wed Feb 13, 2008 3:46 pm | |
|
Obama Makin Perkasa
REUTERS/John Gress Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Senator Barack Obama disambut pendukungnya saat penghitungan awal di Madison, Wisconsin, AS, Selasa (12/2). [WASHINGTON] Jalan Barack Obama menuju Gedung Putih kian dekat. Obama, bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat, makin menunjukkan keperkasaannya dengan meraih kemenangan dalam pemilihan pendahuluan di tiga negara bagian, yakni Virginia, Maryland, dan District of Columbia, atau yang lazim disebut primary Potomac, pada Selasa (12/2) malam waktu setempat atau Rabu (13/2) pagi WIB. Dari penghitungan suara di Virginia, Obama menang telak dengan meraih 64 persen suara, sedangkan saingan terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, Senator New York, hanya memperoleh 35 persen. Obama, yang juga Senator Illinois, sejak awal diperkirakan bakal memenangkan seluruh kontes di tiga negara bagian yang tergabung dalam "primary Potomac". Obama meraih dukungan kuat para pemilih dari lintas ras dan gender di Virginia dan Maryland, sehingga mematahkan klaim bahwa dua negara bagian itu merupakan tulang punggung atau kantong-kantong utama mengalirnya dukungan untuk Hillary Clinton. "Perubahan sudah tiba. Harapan bukanlah sesuatu yang membuat kita tidak dapat bersikap optimis," kata Obama usai meraih kemenangan. Kekalahan Hillary kali ini tampaknya menjadi pukulan telak bagi tim kampanye mantan Ibu Negara tersebut. Deputi Manajer Kampanye, Mike Henry, langsung mengundurkan diri sesaat setelah Obama dinyatakan menang dalam kontes Virginia. Tim kampanye Hillary juga harus menata ulang strategi setelah kalah dalam sejumlah pemilihan sebelumnya di lima negara bagian, yakni Louisiana, Nebraska, Washington, serta Virgin Island, pada Sabtu (9/2), serta Kaukus Maine, Minggu (10/2). Hillary langsung memecat manajer kampanyenya, Patti Solis Doyle, akibat kekalahan beruntunnya itu. Doyle digantikan dengan Maggie Williams, yang dikenal sebagai pembantu dekat Hillary sejak lama. Dengan kemenangan di pemilihan pendahuluan Virginia, Obama mengungguli Hillary dalam perolehan delegasi. Obama sejauh ini memperoleh 1.208 delegasi, sedangkan Hillary meraih 1.185 delegasi dari total 2.025 delegasi yang dibutuhkan kandidat Partai Demokrat untuk dapat memenangkan konvensi partai tersebut pada bulan Agustus. Obama juga berharap dapat mengalahkan Hillary dalam keseluruhan pengumpulan jumlah delegasi di pertarungan kepresidenan di Partai Demokrat. Setelah mengalami kekalahan beruntun dalam pemilihan pendahuluan akhir pekan lalu, kubu Hillary juga dilanda masalah beruntun termasuk problem keuangan sehingga sampai terpaksa harus meminjam uang sebesar US$ 5 juta untuk membiayai kampanyenya. Hillary bahkan dihadang ancaman kekalahan dalam kontes di Wisconsin dan Hawaii pekan depan. Namun dia berharap dapat membalas kekalahan-kekalahan yang dialaminya pada kontes Texas dan Ohio, tanggal 4 Maret. Dalam pemilihan Virginia, Barack Obama meraih dukungan kuat baik dari laki-laki maupun perempuan, termasuk dari kalangan pria berkulit putih. Sedangkan Hillary Clinton memenangkan basis pemilih yang sejak awal dikuasainya, yakni pemilih perempuan. Ia memperoleh enam dari 10 suara mereka.
McCain Tak Tertandingi Di kubu Partai Republik, John McCain, Senator Arizona, berhasil meraih kemenangan primary Potomac atas saingan terkuatnya, mantan Gubernur Arkansas Mike Huckabee. Dalam kontes Virginia, McCain meraih 49 persen suara, meninggalkan Huckabee yang memperoleh 42 persen. "Perbaikan harus dilakukan bagi masa depan keluarga dan negara kita," kata McCain dalam pidatonya usai kemenangan. McCain memperoleh 783 delegasi, jauh lebih tinggi ketimbang Huckabee yang hanya meraih 217 delegasi dari total 1.191 delegasi yang dibutuhkan kandidat Republik untuk dapat mengokohkan pencalonan mereka. Ada 113 delegasi yang diperebutkan kandidat Partai Republik dalam rangkaian primary Potomac. Sebetulnya, McCain menghadapi penolakan kuat dari kalangan konservatif Partai Republik yang tidak senang dengan pandangan-pandangannya tentang imigrasi dan berbagai isu lain. McCain semakin optimistis setelah mendapat dukungan dari Presiden AS George W Bush. "Ia seorang konservatif tulen," kata Bush di Fox, Senin (11/2). "Saya akan dengan senang hati mendukung dia apabila ia menjadi kandidat tunggal, karena McCain adalah benar-benar seorang konservatif," tegas Bush. [AP/Rtr/E-9]
</STRONG> | |
|