www. alumnifatek.forumotion.com
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
www. alumnifatek.forumotion.com


 
IndeksIndeks  PortailPortail  PencarianPencarian  Latest imagesLatest images  PendaftaranPendaftaran  Login  KawanuaKawanua  Media Fatek OnlineMedia Fatek Online  KAMPUSKAMPUS  

 

 Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar

Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 549
Registration date : 08.01.08

Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar Empty
PostSubyek: Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar   Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar Icon_minitimeFri May 23, 2008 8:01 am

Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar


Menristek Dr Kusmayanto Kadiman mengatakan, Sulut dipilih pemerintah pusat seba-gai salah satu lokasi tsunami drill pada tanggal 26 Desember 2008 mendatang, karena kon-tur tanah Kota Manado cukup unik.
Menurut Kadiman, ditetap-kannya Manado di samping Banten sebagai titik latihan dalam mengamati tanda-tan-da terjadinya tsunami, karena ibukota Sulut ini memiliki tanah berbukit-bukit.
Artinya, ketika terjadi tsuna-mi, maka di Manado akan ada danau yang sangat besar. “Manado sangat unik. Inilah yang menjadi perhatian peme-rintah pusat, sehingga tsunami drill itu ditetapkan di daerah ini. Pertama karena melihat kontur wilayahnya, yang di-prediksikan ketika terjadi tsu-nami akan ada danau besar. Hal ini disebabkan oleh adanya guncangan air yang sangat he-bat yang kemudian tidak akan kembali lagi (ke laut),” ujarnya dalam keterangannya di Hotel Quality, kemarin (22/05).
Dalam pertemuan yang di-hadiri Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang dan para aka-demisi yang ada di daerah ini, Kadiman menjelaskan bahwa dalam hal antisipasi tsunami, Indonesia terbilang jauh lebih maju ketimbang negara-negara lain, termasuk Amerika. “Nega-ra-negara ini dalam hal tek-nologi mengalami kemajuan yang pesat, jauh dari negara kita. Tetapi dalam hal penang-gulangan, Indonesia lebih unggul. Alasannya, karena un-tuk menyikapi hal ini lebih me-ngarah pada sisi sosial. Tek-nologi boleh canggih, demikian juga dengan peralatan. Tetapi tanpa diimbangi dengan sosial, maka tetap akan banyak kor-ban yang berjatuhan,” papar-nya seraya menambahkan bahwa oleh karena mengabai-kan peringatan pemerintah pada tahun 1947 ratusan ribu korban jiwa berjatuhan ketika terjadi tsunami.
Demikian juga dengan han-taman badai Katrina, di mana masyarakat AS sudah diingat-kan untuk pindah tetapi tidak digubris dan akhirnya juga me-nelan korban jiwa yang besar. “Berbeda dengan Indonesia, masyarakat memberikan res-pon yang sangat tinggi untuk mengenali tanda-tanda bahaya bencana, seperti tsunami.
Menariknya, kunjungan Men-ristek di Sulut, sekaligus juga untuk melakukan kajian pe-nelitian yang berkaitan erat dengan gonjang-ganjing pence-maran Teluk Buyat. “Gonjang-ganjing Teluk Buyat ini sudah menjadi persoalan yang kru-sial, yang berkaitan dengan pencemaran. Karena itu kita membentuk tim independen yang secara khusus untuk mencari tahu dan memantau kehidupan yang ada di sana. Pertama melalui pengumpulan data apa adanya,” katanya.
Selain itu, dalam penelitian ini juga akan dibuat road map, yang dilakukan secara adil dan dapat dipertanggungjawabkan, yang pada intinya adalah un-tuk lingkungan dan sosial serta upaya-upaya yang dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik. Karena itu, dalam pene-litian yang melibatkan enam orang pakar ini akan mengacu pada tiga hal, masing-masing teknologi, geokimia dan biota laut coast and coral.
Sementara itu, dalam ke-sempatan yang sama, Sarun-dajang menyampaikan persoa-lan penolakan pemprop atas operasional PT Meares Soputan Mining (MSM). Hal ini katanya, bukan karena persoalan politis, melainkan lebih kepada pe-nyelamatan lingkungan. “Letak MSM ini ada di atas gunung. Sementara di bawahnya ter-dapat potensi perikanan, pertanian dan pariwisata yang setiap saat keberadaannya akan terancam. Sebab, tailing dari perusahaan itu hanya dibuang ke darat. Ini akan membawa risiko yang sangat besar. Apalagi ditambah de-ngan peninsula Sulut yang sangat sempit, yakni 20 kilo-meter dari laut. Bahkan akibat penolakan ini telah menye-babkan demo besar-besaran, baik yang menolak maupun yang menerima. Saya pun jadi bingung dengan hal ini. Tetapi terkait hal ini, apabila memang ada unsur rekayasa, maka akan diproses hukum. Sebab, tersiar kabar di balik demo ini ada pendanaannya,” ungkap Sarundajang sembari menam-bahkan, bahwa bahwa Kemen-trian ESDM, dalam hal ini Simon Sembiring telah menge-luarkan izin operasional. Pa-dahal, hal ini merupakan pe-nyimpangan aturan.
Menyikapi hal tersebut, Menristek mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan tindaklanjut. “Kalau tidak ada Amdal, maka siapapun tidak boleh memerintahkan untuk beroperasi. Sebab ini sangat berkaitan dengan hukum,” tandasnya.(eda)
Kembali Ke Atas Go down
https://alumnifatek.indonesianforum.net
 
Menristek: Tsunami Terjadi, Manado Jadi Danau Besar
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Menristek Beber Dana Riset PT Naik Jadi Rp 9 Miliar
» Menristek: Peneliti dari Unsrat Masih Kurang
» PTS Minimal Harus Miliki 10 Persen Guru Besar
» Unsrat Jadi Barometer Sulut
» Diduga terjadi pungli SNMPTN Unsrat Dikeluhkan

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www. alumnifatek.forumotion.com :: Halaman Utama :: Tampilan Pada Portal-
Navigasi: